Senin, 08 Oktober 2012

PEMBELAJARAN QUANTUM

majidabdul14@yahoo.co.id
TUGAS MAKALAH
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
QUANTUM TEACHING

KELOMPOK 6 A

IKIP BUDI UTOMO 1











Di susun oleh :

ABDUL MAJID


FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSAKTA DAN KEOLAHRAGAAN
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI ( PJKR )
IKIP BUDI UTOMO MALANG
2011








KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat allah swt. yang telah memberi nikmat dan hidayah kepada kita semua sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Belajar dan pembelajaran. Dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada bapak :
1.      AGUS WEDI M.Pd  selaku dosen yang telah membimbing ,memberikan arahan, dan
2.      Teman – teman yang yang membantu kami dalam mengerjakan mata kuliah Belajar dan pembelajaran . Makalah ini dibuat agar dapat mengetahui tentang tata cara mengajar dengan metode quantum teaching.
            Demi kesempuraan makalah ini ,kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.


Malang, 09 April 2011

                  Penulis







I


Daftar isi
Kata pengantar…………………………..…………………………………………….……...i
Daftar isi………………………………..……………………………..……………..……….ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………...…...…....1
1.2 Rumusan ………...…………………………………………………………………....1
1.3 tujuan masalah ………………………………………………………………………...1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Pola Pengembangan Profesionalisme Guru dengan metode quantum teaching …......2
2.2  Quantum teaching ……………………………………………………………………...2
2.3   Pengertian dan Pengembangannya ……………………………………………………............3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………...….…...…,…..4
3.2 Saran-saran …………………………………………………………………….….………4
DAFTAR PUSTAKA……………..…………………………………………...…….……..…5










ii

BAB I
PENDAHULUAN
.1.1 Latar Belakang
Akhir-akhir ini telah marak orang memperbincangkan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun para supervisor pendidikan di Indonesia sudah merancang berbagai cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui makalah ini pemakalah dapat menyimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan membangun guru yang profesional sesuai dengan apa yang harapkan oleh supervisi pendidikan

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka kami dapat merumuskan yaitu :
  1. Pengertian profesionalisme guru
  2. Quantum teaching
  3. Pengertian dan pengembangan supervisi
  4. Teknik supervisi pendidikan
1.3 Tujuan Masalah
Adapun tujuan makalah ini sebagai berikut :
1)   Sebagai syarat menyelesaikan tugas mata makalah belajar dan pembelajaran tentang metode quantum teaching.
2)   Agar pembaca dapat lebih memahami apa itu metode Quantum Teaching.
       


1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pola Pengembangan Profesionalisme Guru dengan metode quantum teaching
Pengertian profesionalisme guru
Profesionalisme berasal dari kata profesi dalam kamus bahasa Indonesia yaitu suatu bidang pekerjaan yang dilandasi dengan keahlian, jadi profesionalisme guru dapat  diartikan sebagai keahlian dalam membidangi bidangnya atas dasar pendidikan yang khusus.
Menurut Rachman Natawidjaja kriteria sebagai profesi dapat dilihat yaitu :
  1. Ada standar untuk kerja yang baku dan jelas
  2. Ada lembaga khusus yang menghasilkan pelakunya dengan program dan jenjang pendidikan yang baku serta memiliki standar akademik dan bertanggung jawab
  3. Ada organisasi  yang membawahi para pelakunya untuk mempertahankan dan mempertahankan eksistensinya
  4. Ada etika dan kode etik yang mengatur pelakunya
  5. Ada sistem imbalan terhadap jasa layananya yang adil dan baku
  6. Ada pengakuan masyarakat terhadap pekerjaan itu sebagai profesi.
Ke enam di atas memberikan gambaran tentang profesi guru yang dapat  kita lihat dalam meyakinkan keprofesionalismenya seorang guru
2.2 Quantum teaching
Quantum teaching menunjukan kepada anda cara menjadi guru yang lebih baik, ini adalah fakta sederhana merupakan bukti didik kasih anda terhadap pengajaran dan bahwa anda ingin menjadi guru yang lebih baik. Quantum teaching ini juga menguraikan cara-cara baru yang memudahkan peruses blajar anda lewat pemaduan missal, unsur-unsur seni dan pencapaian yang terarah apapun mata pelajaran yang anda ajarkan.


2
Dengan mengunakan metode Quantum teaching ini anda akan dapat menggabungkan keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan, pengajaran yang akan melejitkan prestasi siswa. Proses belajar dan pembalajaran ini adalah fenomena yang kompleks segala sesuatu setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi sampai menuju mengubah lingkungan presentasi dengan rancangan pengarahan belajar dan pembelajaran.
Quantum teaching ini dapat juga disebut menyertakan segala kaitan interaksi dan perbedaan yang telah memaksimalkan momen belajar dan pembelajaran dengan focus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas maupun interaksi yang mendirikman landasan dan kerangkan untuk belajar dan pembelajaran.
2.3 Pengertian dan Pengembangannya
Supervisi dapat diartikan sebagai suatu teknik pelayanan yang bertujuan utama memberikan controlling  dalam memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan. Secara kritis pada arah penilaian terhadap proses pengajaran. Untuk mengukur perkembangan dalam usaha mencapai tujuan, mutlak adanya pengawasan (supervisi) dan untuk tercapainya tujuan maka memerlukan supervisor yang dapat memberi bimbingan dan penyuluhan.
Pengawasan pendidikan dan pengajaran berarti memberi pimpinan kepada para guru untuk mencapai tujuan, meskipun supervisi diperlakukan dalam proses pendidikan berdasarkan dua hal yaitu :
  1. Perkembangan kurikulum yang merupakan gejala kemajuan pendidikan. Perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan-perubahan struktur maupun fungsi kurikulum. Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar supaya pendidikan berdasarkan kurikulum itu dapat terlaksana dengan baik. Namun demikian, upaya tersebut tidak selamanya berjalan secara mulus. Banyak hal yang sering menghambat, yaitu tidak lengkapnya informasi yang diterima, keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum, masyarakat yang tidak mau membantu, keterampilan menerapkan metode yang masih harus ditingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah-masalah belum terkuasai.

3
  1. Dengan demikian, guru dan kepala sekolah yang melaksanakan kebijakan pendidikan ditingkat yang paling mendasar memerlukan bantuan-bantuan khusus dalam memecahkan masalah mereka. Bantuan khusus sesuai dengan tuntutan pengembangan pendidikan, khususnya pengembangan kurikulum.
  2. Pengembangan personel, pegawai atau karyawan senantiasa merupakan  upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Demikian pula halnya dengan sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha memerlukan peningkatan kariernya, pengetahuan dan keterampilannya. Pengembangan personel ini dapat dilaksanakan secara formal dan informal. Pengembangan formal diselenggarakan dan menjadi tanggung jawab lembaga bersangkutan melalui penataran, tugas belajar, lokakarya, dan sejenisnya. Sedangkan pengembangan informal merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Teknik pengembangan jenis informal antara lain adalah mengikuti perkembangan pendidikan melalui kepustakaan, telaahan atau percobaan suatu metode mengajar, menambah pengetahuan melalui bacaan, mengikuti kegiatan ilmiah. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru-guru sering terlalu asyik dengan pekerjaan rutin, kurang gairah dan sikap tak acuh. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut perlu ada bantuan yang memadai dari pihak lain. bantuan yang bersifat membina, membimbing dan mengarahkan perkembangan para personel sekolah.








4


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
  1. Bahwa pengembangan profesionalisme guru merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sebab kualitasnya lembaga pendidikan tergantung dari pada kualitas guru dan guru yang terbaik ialah guru yang berprofesionalis
  2. Supervisi pendidikan dapat dikembangkan atas dasar meningkatkan kualitas suatu lembaga pendidikan dan mempertahankan hubungan antara anggota staff demi tercapainya tujuan.

3.2 Saran
  1. Penulis makalah menyarankan bahwa demi tercapainya tujuan pendidikan, maka seorang guru harus betul-betul mampu mengembangkan dirinya menguasai materinya dengan betul, sehingga dapat disegani dan diakui sebagai guru profesional
  2. Sebaiknya orang yang berperan sebagai administrator hendaknya berperan aktif dalam memberikan kontroling, dan memberikan bimbingan terhadap bawahannya.






5


DAFTAR PUSTAKA
Barthos, Basir. Drs. Manajemen Kearsipan. Cet. 4.  Jakarta Bumi Aksara. 2003.
DePorter, Bobbi.(1992).Quantum Learning. New York: Deell Publishing
Daryanto, H.M. Drs. Administrasi Pendidikan. PT. Rineka Cipta, Cet. VI. Jakarta. 2006
Nurdin, Syafruddin, M.Pd. Dr. Prof. Guru Profesional. PT. Ciputat Press. Cet. III. Jakarta. 2005.

















8

juaryblogspot.com